Oleh: Suhartono Chandra

Hari ini (20/9) warga DKI Jakarta telah memilih pasan­gan calon Guber­nur dan Wakil Guber­nur yang akan memimpin Provinsi DKI Jakarta selama 5 tahun ke depan. Hasil hitung cepat (quick­count) berba­gai lem­baga survei menun­jukkan pasan­gan Jokowi-Basuki (JB) menang atas pasan­gan Foke-Nara, walaupun den­gan perbe­daan per­ole­han suara yang tipis. Sekalipun penen­tuan peme­nang baru akan diten­tukan sete­lah KPU DKI Jakarta sele­sai menghi­tung selu­ruh ker­tas suara secara man­ual, tetapi lua­pan kegem­bi­raan dan rasa bersyukur para pen­dukung dan relawan JB tidak ter­ben­dung. Tidak hanya warga DKI Jakarta, banyak masyarakat di luar Jakarta yang men­dukung pasan­gan JB melalui group di Face­book dan Black­Berry juga bersuka cita.

Ketika siang tadi meli­hat hasil Hitung Cepat Lit­bang Kom­pas, saya merasa was-was. Per­ole­han suara Hitung Cepat Lit­bang Kom­pas den­gan mengam­bil sam­pel 200 TPS adalah 52,97% untuk Jokowi-Basuki, sedan­gkan Foke-Nara 47,03%. Den­gan mar­gin error sebe­sar 1%, maka per­ole­han suara kedua pasan­gan berk­isar antara 51,97% — 53,97% untuk Jokowi-Basuki dan 46,03% — 48,03%. Batas bawah Jokowi-Basuki adalah 51,97%, sedan­gkan batas atas Foke-Nara 48,03%. Secara sta­tis­tik itu­lah kemu­ngk­i­nan ter­bu­ruk yang dapat ter­jadi pada pasan­gan Jokowi-Basuki. Jika itu memang ter­jadi maka selisih abso­lut kedua pasan­gan adalah 1,97%. Perbe­daan yang sung­guh san­gat tipis! Seandainya pada penghi­tun­gan man­ual ada penam­ba­han suara bagi Foke-Nara sebe­sar 2% saja maka posisi akan berba­lik dan Foke-Nara yang men­jadi peme­nang, karena pada per­tarun­gan 2 pihak maka penam­ba­han per­ole­han suara adalah zero sum game. Penam­ba­han pada satu pihak akan men­gu­rangi pihak lain­nya sehingga perbe­daan­nya men­jadi 2 kali lipat. Itu­lah kege­lisa­han saya.

Oleh sebab itu maka selu­ruh jajaran pen­dukung dan relawan serta didukung penuh oleh PDIP dan Gerindra harus men­gawal den­gan ketat penghi­tun­gan suara secara man­ual agar tidak ter­jadi 2% suara siluman pin­dah ke Foke-Nara. Semoga hal itu tidak ter­jadi sehingga per­tarun­gan pasan­gan Jokowi-Basuki dan Foke-Nara yang banyak dise­but seba­gai per­tarun­gan Daud vs Goliath, Semut vs Gajah, Rakyat vs Par­pol berakhir sesuai den­gan hara­pan seba­gian besar masyarakat.